Habiskan Rp 8 Miliar dalam Sepekan, Kopel Protes DPRD Sulsel

KOPEL ONLINE – Makassar, Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulawesi menanggapi kegiatan reses 85 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang menggunakan dana sekitra Rp 8 miliar.

“Secara konstitusional reses itu mewajibkan anggota dewan untuk dilakukan sebagai masa turun ke konstituen untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Hanya saja selama ini, reses tidak efektif dan partisipatif,” kata Direktur Kopel Sulawesi Musaddaq.

Menurut Musaddaq alasan tidak efektif karena dana yang besar tersebut tidak linier dengan hasil reses, misalnya dapam hal bagaimana mapping lokasi yang akan dikunjungi.

Data atau info apa yang jadi baseline mereka bergerak dilapangan. sSehingga hasil reses juga tidak maksimal menyasar problem sosial di wilayah konstituen.

Musaddaq juga mengatakan reses selama ini tidak partisipatif, karena ada kesan mereka yang hadir hanya kelompok tertentu, akhirnya representatif.

“Misalnya tidak melibatkan kelompok marjinal, difabel, miskin. Dengan dana besar tersebut, mestinya hasilnya maksimal,” ujarnya.

Kopel berharap, reses kedepan ada modeling reses yang efektif dan partisipatif dan pihak sekwan mestinya menyiapkan panduan reses.(*)

Sumber : makassar.tribunnews.com

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Pimpinan DPR Proses Usulan Pansus Jiwasraya dari Demokrat dan PKS

Tue Feb 4 , 2020
KOPEL ONLINE – Jakarta, Fraksi Demokrat dan PKS resmi menyerahkan berkas usulan pembentukan Pansus Jiwasraya ke Pimpinan DPR. Usulan tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Aziz Syamsuddin. Azis menjamin usulan tersebut akan ditindaklanjuti oleh pimpinan DPR. Meskipun, usulan itu hanya diberikan oleh dua fraksi dari 10 fraksi parpol yang ada di […]