Legislator Malas Disanksi Tak Bisa Ikut Jalan-jalan

KOPEL ONLINE – Makassar, Legislator DPRD Sulsel tak bisa bermalas-malasan lagi. Terancam sanksi tak bisa ikut kunjungan kerja (kunker).

Ketua Pokja Tata Tertib (Tatib) DPRD Sulsel, Arum Spink mengatakan, revisi tatib mengatur kode etik para legislator. Disepakati ada kebijakan yang mengatur kedisiplinan anggota. Terutama yang nanti terlibat pada panitia khusus (pansus).

“Bila tingkat kehadirannya selama rapat pansus di bawah 50 persen, maka disanksi tidak bisa ikut kunjungan kerja (kunker). Baik dalam maupun luar negeri,” ungkapnya Kamis, 17 Oktober.

Arum menambahkan, aturan ini sudah masuk dalam pasal terkait kunjungan kerja. Menurutnya, aturan ini sudah ada dasar sebenarnya. Sebelumnya, ada surat edaran yang diteken Ketua DPRD periode lalu, HM Roem yang mengatur sanksi bagi yang malas ikut rapat pansus.

“Misalnya ada rapat pansus sebanyak 10 kali, tetapi ada legislator hanya hadir pada 5 rapat saja maka pimpinan DPRD tidak akan meneken izin untuk ikut kunker,” bebernya.

Aturan ini sempat diperdebatkan cukup lama. Namun akhirnya bisa disepakati semua anggota Pokja. Aturan ini diharap bisa mendisiplinkan sekaligus bisa menggenjot kinerja anggota dewan. “Masih ada 100 pasal lagi yang akan dibahas di revisi tatib ini. Kita akan bahas maraton dan diharap tuntas pekan ini,” terangnya.

Direktur Kopel Sulsel, Musaddaq menuturkan tingkat kehadiran legislator Sulsel di rapat-rapat pada periode lalu cukup rendah. Memang mesti jadi perhatian legislator baru. “Rapat-rapat itu tugas legislator. Jangan hanya rajin saat ada kunker. Tiba-tiba ramai berangkat ke luar daerah tetapi saat rapat, legislator malas hadir,” bebernya.

Pembahasan di tingkat pansus juga tentu akan terhambat bila legislatornya malas. Terutama terkait pembahasan ranperda. Setiap tahun, perda yang masuk propemperda tidak bisa dituntaskan. Banyak yang menyeberang tahun.

“Tentu kita harap, tak ada lagi utang-utang ranperda yang tak tuntas. Apalagi sampai terhambat hanya karena pengaruh legislator Sulsel yang malas berkantor,” tandasnya. (fik)

Sumber : Fajar.co.id

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Resmi Pimpin DPRD Makassar, Rudianto Lallo: Jangan Lupa Lihat ke Bawah

Fri Oct 18 , 2019
KOPEL ONLINE – Makassar, Rudianto Lallo resmi memimpin DPRD Makassar usai dilantik pada rapat paripurna, Jumat (18/10/2019). Selain Rudianto, tiga pimpinan DPRD Makassar juga ikut diambil sumpahnya. Mereka adalah Adi Rasyid Ali, Andi Suhada dan Nurhaldin, yang masing-masing sebagai wakil ketua. Para pimpinan DPRD Makassar 2019-2024 ini secara langsung diambil […]