DPRD: Harus Ada Inovasi untuk Tingkatkan Pendapatan Gresik

KOPEL ONLINE – Banjarmasin, Ketua DPRD Kabupaten Gresik Fandi Ahmad Yani mengatakan bahwa harus ada inovasi demi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Pasalnya setiap tahun peningkatannya tidak terlalu signifikan dan cenderung monoton.

“Mungkin bisa dibuatkan workshop dengan mengundang beberapa pakar Migas, dan bagaimana sektor Migas bisa mendorong peningkatan PAD Kabupaten Gresik,” kata Gus Yani, panggilan akrab Fandi Ahmad Yani dalam workshop bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gresik, di Banjarmasin, Kalsel, Jumat (8/2/2020).

Gus Yani mengatakan, selain dengan workshop, juga bisa dilakukan dengan menggandeng sejumlah startup atau perusahaan yang bergerak di bidang jaringan daring dengan melakukan terobosan teknologi.

“Dalam perkembangan zaman saat ini, sebagian perusahaan start up sudah mendominasi, seperti bisnis hotel yang menjamur. Hal itu bisa ditiru untuk peningkatan PAD Gresik,” katanya.

Gus Yani mengatakan, Kabupaten Gresik memiliki potensi di sejumlah sektor yang bisa didorong untuk berkontribusi dalam PAD, namun hingga kini belum tergarap maksimal, sehingga peningkatan PAD dari tahun ke tahun selalu monoton.

PAD Kabupaten Gresik dari tahun ke tahun tercatat peningkatannya tidak terlalu signifikan, dan kadang tidak sesuai dengan target.

Pada 2018, total PAD Kabupaten Gresik mencapai Rp1,1 triliun, dan 2019 hanya mampu mengalami peningkatan menjadi Rp1,3 triliun. Adapun target tahun 2020 mencapai Rp1,5 triliun.

Sementara itu, kegiatan workshop yang digelar PWI Kabupaten Gresik digelar dalam rangkaian memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020 yang digelar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Source: Antara

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Sumber : Ayosurabaya.com

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Ketua DPRD DKI Didatangi Rombongan Aktivis Hari Ini, “Pemilihan Wagub DKI Sudah Bertele-tele”

Mon Feb 10 , 2020
KOPEL ONLINE – Jakarta, Proses pemilihan wakil gubernur (Wagub) DKI Jakarta yang bertele-tele membuat resah publik ibukota. Termasuk sejumlah aktivis Jakarta. Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas terkatung-katungnya tahapan pemilihan Wagub. Padahal sejak tiga pekan lalu, dua parpol pengusung Anies-Sandi sudah […]