DPRD Kabupaten Banyumas Belajar Cara Dongkrak PAD ke DPRD Kota Blitar

KOPEL ONLINE – Blitar, DPRD Kota Blitar menerima kunjungan kerja dari DPRD Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (9/3/2020).

Dalam kunjungan kerja itu, DPRD Kabupaten Banyumas ingin belajar cara memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Blitar.

Rombongan DPRD Kabupaten Banyumas diterima pimpinan dan anggota Badan Anggaran DPRD Kota Blitar. Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kita Blitar, Widodo Sapto Yohanes, juga ikut menemui rombongan DPRD Kabupaten Banyumas.

Sedang rombongan dari DPRD Kabupaten Banyumas dipimpin Wakil Ketua DPRD Banyumas, Supangkat. Mereka berdiskusi di ruang rapat paripurna DPRD Kota Blitar sekitar dua jam.

Ketua DPRD Kota Blitar, Syahrul Alim mengatakan kunjungan kerja dari DPRD Kabupaten Banyumas menjadi kebanggan bagi Kota Blitar. Dalam kunjungan kerja itu, DPRD Kota Blitar bisa saling berbagi ilmu soal peningkatan PAD.

“Kunjungan kerja ini menjadi kebanggaan bagi Kota Blitar. Daerah lain ingin belajar masalah peningkatan PAD di Kota Blitar,” kata Syahrul.

Dikatakannya, nilai APBD Kota Blitar lebih dari Rp 1 triliun. Sedang PAD Kota Blitar sekitar Rp 120 miliar. Sumber PAD itu dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Mardi Waluyo, pajak daerah, pariwisata, dan retribusi.

“Sekitar 70 persen penyumbang PAD di Kota Blitar berasal dari BLUD RSUD Mardi Waluyo. Lainnya, dari pajak daerah, pariwisata, dan retribusi,” ujarnya.

Menurutnya, rombongan DPRD Kabupaten Banyumas sempat heran dengan besarnya pendapatan yang dihasilkan BLUD RSUD Mardi Waluyo. Lokasi RSUD Mardi Waluyo memang strategis berada di tengah kota dan berdekatan dengan wilayah Kabupaten Blitar.

Banyak pasien dari wilayah Kabupaten Blitar yang berobat di RSUD Mardi Waluyo. “Pendapatan dari RSUD 100 persen dikembalikan lagi ke rumah sakit. Untuk peningkatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat,” katanya.

Dijelaskannya, di sektor pajak daerah dan pariwisata juga ikut menyumbang PAD Kota Blitar. Sumber PAD di sektor pajak daerah paling besar dari pajak bumi dan bangunan (PBB).

Sedang di sektor pariwisata, keberadaan Makam Bung Karno (MBK), Istana Gebang, dan Water Park Sumber Udel juga ikut mendongkrak PAD Kota Blitar. “Pajak darah dan pariwisata juga menyumbang PAD di Kota Blitar,” katanya.

Syahrul juga mengapresiasi inovasi BPKAD Kota Blitar dalam memaksimalkan PAD dari sektor pajak daerah. Salah satunya dengan meluncurkan sistem pembayaran pajak secara online. BPKAD menggandeng perbankan dalam program itu.

Sistem pembayaran pajak secara online otomatis menekan angka kebocoran pendapatan pajak di Kota Blitar. Selain itu, sistem itu juga mempermudah masyarakat dalam membayar pajak.

“Sejumlah inovasi itu menjadi nilai tambah bagi Kota Blitar. Sehingga daerah lain ingin belajar dan mengadopsi sistem peningkatan PAD yang diterapkan di Kota Blitar,” katanya. (sha/adv)

Sumber : Surya.co.id

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

DPRD Bone Masih Punya Utang di Media Lebih Rp 300 Juta

Tue Mar 10 , 2020
KOPEL ONLINE – Bone, Sekretaris DPRD Kabupaten Bone Abu Bakar mengatakan, Sekretariat DPRD Bone belum membayar biaya langganan koran dan iklan pada tahun 2016 dan 2019 senilai lebih Rp 300 juta. Adapun rinciannya, pada tahun 2016 masih ada utang sebesar lebih Rp 100 juta dan tahun 2019 lebih Rp 200 […]