Tolak Keluarkan Perppu Cabut UU KPK, Presiden Benar Pro Pelemahan KPK

KOPEL ONLINE – Bogor, Penolakam presiden untuk menerbitkan Perppu Cabut UU KPK menjadi bukti bahwa presiden benar-benar ingin melakukan pelemahan terhadap KPK. Penolakan dari masyarakat terhadap UU KPK yang ditetapkan pada 17 September 2019 lalu masih terus berlangsung hingga hari ini. Bahkan mahasiswa se-Indonesia turun ke jalan serentak di seluruh Indonesia pada hari ini.

Dari awal muncul agenda pembahasan RUU KPK masyarakat sudah memberikan respon penolakan termasuk kami dari KOPEL Indonesia karena agenda ini adalah agenda sistematis untuk melebarkan kembali peluang koruptor untuk meraup uang negara dengan segala macam cara. Bahkan sepertinya ada agenda yang lebih besar dari sekedar pelemahan KPK.

Presiden sebenarnya memiliki banyak kesempatan untuk menahan pembahasan RUU KPK tersebut tapi itu memang tidak dimanfaatkan. Berbeda dengan RUU KUHP yang hampir pada saat yang bersamaan juga ditolak publik, namun Jokowi bersikap lain. Dia meminta penundaan pembahasan. Jelas bahwa memang UU KPK sudah terencana dengan baik oleh DPR dan Pemerintah.

Sudah seharusnya dilawan, lagi lagi ini adalah preseden buruk terhadap masa depan bangsa. Korupsi masih merajalela dan jumlah koruptor semakin bertambah. Ini bukti bahwa KPK harus terus dikuatkan tidak justru dilemahkan.

24 September 2019

Anwar Razak
Direktur KOPEL Indonesia

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

RKUHP Ditunda, Kopel: Jangan Terlena

Tue Sep 24 , 2019
KOPEL ONLINE – Jakarta, Meski Rancangan Undang- Undang Kitab Hukum Pidana (RKUHP) ditunda pengesahannya tapi sejumlah pihak mewanti-wanti agar tidak terlena dengan sikap pemerintah tersebut. Apalagi sikap fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI masih belum berubah terkait RKUHP. “Bagi saya kita tidak boleh terlena. Selain karena komposisi keanggotaan yang […]