MENYAMBUT ANGGOTA DPRD BARU SULSEL

Jika tak ada aral melintang, pelantikan anggota DPRD baru Sulawesi Selatan hasil Pemilu 2019 akan dihelat besok Selasa, 24 September 2919. Harapan baru anggota DPRD baru, suka atau tidak suka, inilah hasil pilihan rakyat Sulawesi Selatan. Terlepas dari berbagai kecurangan Pemilu yang lalu, tak ada pilihan lain kecuali hasil Pemilu 85 anggota DPRD Sulsel ini harus diterima. Tidak ada instrumen lain dalam alam demokrasi saat ini kecuali Pemilu yang telah kita lewati dengan sejumlah kekurangan dan kelebihannya. Plus minusnya pasti ada dan kenyataan hari ini, kita telah memiliki anggota DPRD baru sebagai wakil rakyat yang merepresentasikan kemauan politik rakyat Sulawesi Selatan.

Dari 16 Partai Politik, sebanyak 11 Partai Politik berhasil mendudukkan kadernya di DPRD Sulsel. 5 Partai Politik lainnya tidak mendapatkan kursi yakni PSI, PKPI, Garuda, Berkarya dan PBB. Dari 11 Partai Politik yang mendudukkan kadernya, terdapat Partai Politik pendatang baru yakni Partai Perindo. Sementara 2 Partai yang lama kehilangan kursi pada periode kali ini, yakni PKPI dan PBB.

Dari jumlah anggota DPRD yang lolos masuk di DPRD Sulsel, tidak ada Partai Politik yang mayoritas kecuali terdapat 2 Partai Politik yang hanya mendudukkan kadernya masing-masing 1 orang yakni Hanura dan Perindo. Peraih kursi tertinggi adalah Partai Golkar sebanyak 13 kursi (15%) disusul Nasdem 12 kursi (14%) dan Gerindra 11 kursi (13%), Demokrat 10 kursi (12%). Sementara PDIP, PKB, PKS msing-masing 8 kursi (9%).

Wajah Baru DPRD Sulsel

Lebih dari setengan anggota DPRD Sulsel hasil Pemilu 2019 adalah wajah baru.  Dari 85 kursi DPRD Sulsel, sebanyak 59% didominasi oleh pendatang baru. Selebihnya 41% adalah  incumbent. Wajah baru didominasi oleh Partai Golkar sebanyak 9 orang, disusul Partai Nasdem sebanyak 8 orang. PKS dan PKB masing-masing 6 orang. PDIP 5 orang PPP dan Gerindra masing-masing 4 orang. Perindo, PAN, dan Hanura masing-maasing 1 orang.

Meskipun wajah baru, sebagian di antaranya adalah politisi yang sudah malang melintang di dunia politik. Mereka adalah kader-kader partai yang sudah berkiprah di DPRD kabupaten/Kota sebelum “naik kelas” di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Sebutlah di antaranya Rahman Pina dari Partai Golkar sebelumnya sebagai anggota DPRD Kota Makassar. Demikian pula dengan Haslinda politisi dari PKS yang sebelumnya juga dari DPRD Kota Makassar.

Pendatang baru lainnya adalah Politisi dari dari Partai Paerindo Muh. Anzar Zainal Bate yang pindah partai dari Partai Golkar, mantan Ketua DPRD Kabupaten Gowa. Politisi lainnya adalah Rismawati Kadir Nyampa dari Partai Demokrat. Anggota DPRD terpilih ini juga adalah politisi yang pindah partai dari Partai Golkar ke Partai Demokrat. Pada tahun 2009 terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Gowa dan pada tahun 2014 sebagai Caleg DPRD Sulawesi Selatan namun tidak terpilih. Nanti pada Pemilu 2019 ini berhasil lolos masuk sebagai pendatang baru di DPRD Sulawesi Selatan dengan mengendarai Partai Demokrat.

Politisi lainnya yang pindah partai yang lolos masuk di DPRD Sulsel adalah Misriani Ilyas dari Partai Gerindra yang ebelumnya sebagai ketua Perempuan Demokrat Sulsel. Pendatang baru lainnya yang merupakan politisi senior adalah Hatta Marakarma mantan Bupati Luwu Timur dari Partai Golkar.

Sejumlah pendatang baru dari para poitisi ini yang mewarnai DPRD Sulsel menggantikan para politisi lainnya diharapkan menjadi energi baru bagi DPRD untuk lebih berkinerja baik. Pengalaman di dunia politik, terlebih lagi mantan anggota DPRD Kabupaten/kota, bupati dan politisi senior menjadi energi baru DPRD Sulsel untuk dapat berkiprah membawa citra DPRD lebih baik dengan kinerja yang mereka torehkan melalui kebijakan dan keputusan-keputusan penting daerah ini ke depan.

Anak Bupati dan Keluarga Pejabat

Tak bisa dipungkiri bahwa rekruitmen Caleg Partai Politik lebih banyak menjaring Caleg-Caleg mereka salah satunya adalah tingkat keterpilihan dalam meraih suara di masing-masing daerah pemilihan. Salah satu yang menjadi populer di Pemilu 2019 tak terkecuali untuk Caleg DPRD Sulsel. Kedekatan Caleg dengan pejabat di daerah adalah salah satu indikatornya. Dari 85 anggota DPRD Sulsel, lebih dari setengahnya adalah pendatang baru. Dari pendatang baru tersebut didominasi oleh anak bupati atau keluarga dekat dengan pejabat di daerah. Sedikitnya ada 18%  dari total anggota DPRD yang ppendatang baru adalah anak bupati/keluarga pejabat yang terpilih atau 11% dari Total anggota DPRD.

Beberapa anak bupati dan keluarga dekat pejabat dalam catatan KOPEL yang terpilih untuk DPRD Sulsel hasil Pemilu 2019, antara lain:

  • A. M Anwar Purnomo dari PKB anak Bupati Bulukumba.
  • Sofyan Syam dari Golkar anak Bupati Pangkep.
  • A. Izman Maulana Padjalangi dari Golkar anak Bupati Bone.
  • Andi Azizah Irma Wahyudiyati dari Demokrat anak Bupati Pinrang.
  • Sarwindye Biringkanae dari Nasdem anak Bupati Tana Toraja Utara.
  • Imam Fauzan AU dari PPP anak Politisi PPP Amir Uskara anggota DPR-RI.
  • A Ayu Andira dari Golkar anak Politisi Golkar Bulukumba, Thalib.
  • Arifin Bando dari PAN saudara Bupati Enrekang Muslimin Bando.
  • Taqwa Muller dari Golkar saudara Bupati Luwu Timur Toriq Husler.

Keterwakilan Perempuan

Dari 85 kursi DPRD Sulsel, sebanyak 25 orang (29%) Caleg Perempuan terpilih, meningkat dari periode sebelumnya (Tahun 2014) yang hanya 15 orang (18%).

Dari 11 Partai Politik yang lolos, 8 Partai Politik yang mendudukkan Politisi perempuan yakni PPP, PKS,PKB, PDIP, Golkar, Gerindra dan Demokrat. 3 Partai Politik yang tidak berhasil mendudukkan

Caleg Perempuan, yakni PAN, Hanura dan Perindo Jumlah keterwakilan perempuan terbanyak dari PKS dan Gerindra masing-masing 5 orang di susul Golkar 4 orang. Sementara PPP, Nasdem dan Demokrat masing-masing 3 orang. Terendah PKB dan PDIP masing-masing hanya 1 orang