KPK Selisik Percakapan 3 Tersangka Suap Penetapan Anggota DPR PAW

KOPEL ONLINE – Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik percakapan antara tiga tersangka, kasus dugaan suap terkait penetapan Anggota DPR RI Pergantian Antar Waktu (PAW). Ketiga tersangka yang ditelisik percakapannya itu yakni, Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina, dan Saeful.

Hal itu terungkap setelah penyidik memeriksa Agustiani Tio pada hari ini. Sedianya, Agustiani diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk penyidikan dua tersangka lainnya yakni, Saeful dan Wahyu Setiawan.

“Agustiani Tio Fridelina diperiksa sebagai saksi untuk tersangka WS, dan tersangka SAE dimana penyidik mendalami keterangan saksi terkait dengan adanya beberapa komunikasi saksi dengan kedua tersangka tersebut,” kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (7/2/2020).

Tak hanya Agustiani, KPK juga memeriksa seorang saksi pada hari ini. Saksi itu yakni, Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan, Riezky Aprilia. Riezky diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan empat tersangka dalam kasus ini. Dari pemeriksaan Riezky, KPK mendalami soal pencalonannya sebagai Anggota DPR.

“Penyidik mendalami keterangan saksi terkait pencalonannya sebagai anggota legislatif,” ujarnya.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proses Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPR RI. Empat tersangka tersebut yakni, mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan (WSE), mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF).

Kemudian, Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Harun Masiku (HAR) dan pihak swasta, Saeful (SAE). Wahyu dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

Namun, saat ini KPK baru menahan Wahyu Setiawan, Saeful, dan Agustiani Tio Fridelina. Sedangkan Harun Masiku, saat ini masih diburu oleh KPK. KPK sudah mendaftarkan Harun Masiku ke Polri sebagai buronan.

Dalam perkara ini, Wahyu diduga meminta fee sebesar Rp900 juta untuk meloloskan Harun Masiku sebagai anggota DPR pengganti Nazarudin Kiemas yang telah meninggal dunia. Namun Wahyu baru akan menerima Rp600 Juta dari proses pelolosan tersebut.

Uang Rp600 Juta dibagi dalam dua tahapan. Pada tahapan pertama, ada aliran suap Rp400 juta yang saat ini masih didalami sumbernya. Hanya saja, Wahyu hanya menerima senilai Rp200 Juta dari total Rp400 Juta. Sisanya atau senilai Rp200 Juta, diduga digunakan oleh pihak lain.

(wal)

Sumber : Okezone.com

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

DPRD Jember: Tersangka Korupsi Pasar Manggisan Jadi Kunci, Perlu Dilindungi

Mon Feb 10 , 2020
KOPEL ONLINE – Jember, Panitia angket DPRD Jember, Jawa Timur, meminta agar tersangka kasus korupsi Pasar Manggisan, MFN, dilindungi. MFN dinilai menjadi saksi kunci untuk membongkar dugaan korupsi di Jember, tak hanya korupsi Pasar Manggisan. “Kami berkewajiban memberikan jaminan politik agar MFN bisa dilindungi, baik oleh kejaksaan maupun kepolisian,” kata […]