Ketua Komisi III DPR Dukung Pencopotan Ronny F Sompie Karena Bikin Kontroversi

KOPEL ONLINE – Jakarta, Ketua Komisi III DPR Herman Herry menilai langkah Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly mencopot Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie sudah tepat. Menurutnya, pernyataan Ronny terkait keberadaan politikus PDIP yang terseret kasus suap PAW Anggota DPR menimbulkan kontroversi.

“Saya menilai langkah Menkum HAM sudah tepat,” ujar Herman dalam keterangannya, Rabu (29/1).

Herman mengatakan, pencopotan Ronny juga berkaitan dengan tim independen yang tengah mengusut informasi delay sistem berkaitan dengan kedatangan tersangka suap Harun Masiku di Bandara Soekarno-Hatta.

“Selain karena telah menimbulkan kontroversi dan polemik di tengah masyarakat. Saat ini Kemenkum HAM juga sedang membentuk tim independen yang mengusut delay sistem yang terjadi di Imigrasi Soekarno-Hatta,” jelas politikus PDIP.

Menurut Herman, akan terjadi konflik kepentingan jika Ronny masih tetap menjabat sebagai Dirjen Imigrasi, sementara tim independen tengah bekerja.

“Langkah ini bertujuan agar tidak terjadi konflik kepentingan antara tim independen dan Dirjen Imigrasi dalam pengusutan hal tersebut,” kata Herman.1 dari 2 halaman

Dia juga mendorong Yasonna untuk melaporkan hasil kerja tim independen secara terbuka ke publik. Herman bilang, pekan depan Komisi III akan mendengar keterangan Yasonna dalam rapat kerja.

“Di atas itu semua, saya tetap mendorong Menkum HAM agar segera melaporkan hasil kerja tim independen ini secara terbuka kepada publik. Harapannya, error system seperti ini tidak terjadi lagi di waktu yang akan datang,” ucap Herman.

Alasan Yasonna Copot Ronny

Menkum HAM Yasonna Laoly mencopot Ronny Sompie sebagai Dirjen Imigrasi. Alasannya, agar tidak ada konflik kepentingan dalam tim independen yang dibentuk untuk mengusut kasus ‘delay’ melacak keberadaan buronan KPK, Harun Masiku.

Yasonna mengatakan, Ronny bukan dicopot tapi difungsionalkan. Dengan demikian, tim independen akan berjalan dengan baik.

“Karena saya mau kita betul-betul terbuka dan melacak mengapa ini terjadi delay, mengapa data tersimpan di PC Bandara F terminal 2. Kalau yang bandara 3 kan beres makanya enggak ada masalah. Tapi terminal 2 ini ada delay,” kata Yasonna. [ray]

Sumber : Merdeka.com

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

DPRD Pangkep Bahas Pelayanan Kapal Perintis dengan DPRD Sulsel

Wed Jan 29 , 2020
KOPEL ONLINE, Makassar – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan menerima kunjungan kerja dari DPRD Kabupaten Pangkep yang dipimpin oleh Ketua DPRD, Muh Yusran Lalogau Rabu 29/1/2020. Kunjungan tersebut terkait pelayanan kapal pulau dan bantuan kapal perintis di kepulauan.  Anggota DPRD Pangkep melakukan rapat dengan anggota DPRD Sulsel dari […]