Anggota DPRD Kab. Bogor Prihatin Kondisi SDN Ciapus 07

Kondisi ruang kelas SDN Ciapus 07 yang mengalami kerusakan parah mendapatkan perhatian dari anggota DPRD Kab.Bogor dari fraksi PPB, Nurodin. Sekolah yang berada di Kecamatan Ciomas ini dikunjungi oleh Nurodin pada hari Sabtu, 30 Januari 2021. Dalam kunjungannya, Nurodin menyatakan keprihatinannya atas kondisi sekolah yang kerusakannya sudah sangat parah. “Ini miris karena kondisi kerusakan parah dan atapnya sudah hampir roboh. Bahkan sudah 2 tahun kepala sekolah menghentikan penggunaan 2 ruang kelas tersebut”, kata Nurodin. “Letak sekolahnya tidak berada di daerah terpencil, ini bahkan bisa disebut area perkotaan, tapi tidak tersentuh sama sekali oleh anggaran daerah yang jumlahnya Rp 7 Triliun”, tambahnya.

Didi Mulya Wijaya, Kepala sekolah yang ditemui saat kunjungan ini menjelaskan sekolah ini sudah mengalami kerusakan sejak 2 tahun lalu dengan kondisi kerusakan atap dan plafon yang parah. “Bukan lagi bocor tapi bolong tembus ke atas bahkan plafon itu sudah pernah jatuh sehingga saya menutup ruang kelas tersebut karena khawatir kena anak atau guru. Kami bersyukur ada anggota dewan yang datang melihat kondisi ini. Mudah-mudahan ada kejelasan anggaran karena kami sudah berkali-kali mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan”, jelas Didi.

Sehari sebelumnya, KOPEL Indonesia mengadakan pertemuan warga di sekolah ini bersama dengan pemerintah desa dan pihak sekolah membahas kondisi darurat sekolah ini. Saat pertemuan ini KOPEL Indonesia mengundang anggota DPRD dari Dapil 4 yang memikili konstituen di sekitar sekolah ini. Namun anggota DPRD dari Dapil ini tidak berkesempatan hadir.

Kepala Desa Ciapus, Pendi Bin Hasim, yang hadir dalam pertemuan ini. menyampaikan kalau dia telah memasukkan SDN Ciapus 07 ini dalam hasil Musrenbang termasuk di Kecamatan Ciomas. Meskipun dia tetap berharap ada proses yang lebih cepat lagi agar 2 ruang kelas di sekolah ini segera di bangun.

Dari kunjungan anggota DPRD di hari ini, Direktur KOPEL Indonesia, Anwar Razak, berharap segera ada kepastian anggaran. Kalau harus menunggu 2 tahun lagi kemungkinan sekolah ini akan roboh dan akan menjadi cerita buruk diantara beberapa cerita sekolah roboh sebelumnya di Kab.Bogor. “Semoga ini tidak menjadi cerita buruk terakhir tentang sekolah roboh di Kabupaten Bogor”, tegas Anwar.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Masih Distribusi Bantuan, KOPEL Melihat Perlu Advokasi di Level Kebijakan

Mon Feb 1 , 2021
KOPEL ONLINE,- Makassar, Distribusi bantuan untuk Balita dan Ibu hamil/menyusui yang dilakukan relawan KOPEL Indonesia hingga hari ini masih terus dilakukan di daerah-daerah pengungsian. Senin kemari, 1 Februari 2021 mereka mendistribusikan bantuan di Desa Onang, Kec. Tubo Sendana Kab. Majene. “Mereka masih di tenda-tenda pengungsian, apalagi setelah gempa susulan kemarin […]