DPRD Pangkep Bingung Tentukan Ketua DPRD, Ini Sebabnya

KOPEL ONLINE, PANGKEP – DPRD Pangkep bingung memutuskan partai mana yang harus menduduki Ketua DPRD pangkep. Penyebabnya, ada dua partai meraih kursi sama yakni Golkar dan Nasdem.

Partai Nasdem Pangkep dengan raihan suara terbanyak pada pileg lalu yaitu 40.687, memastikan posisi Ketua DPRD akan dijabat oleh kadernya.

Faktanya, posisi Ketua DPRD sementara belum dipastikan hingga saat ini. Hal itu menyusul adanya edaran Sekwan Pangkep untuk memusyawarahkan Partai Golkar dan Partai Nasdem, sebab meraih jumlah kursi yang sama.

“Posisi Ketua DPRD sementara belum dapat kita pastikan, sebab ada dua partai yang memiliki jumlah kursi yang sama, Nasdem dan Golkar sama-sama meraih delapan kursi, hal ini yang juga membingungkan karena di Sulsel sepertinya hanya kita yang mengalami hal seperti ini, sehingga menyulitkan,” beber Sekwan Pangkep, Muhammad Gazali.

Lebih lanjut dijelaskan, yang dapat menduduki posisi Ketua DPRD sementara adalah partai yang paling banyak mendudukkan kadernya di DPRD.

“Kalau pimpinan sementara tidak dilihat dari suara terbanyak, tetapi jumlah kursinya. Sehingga kita sudah keluarkan surat agar kedua partai ini dapat bermusyawarah untuk menentukan Ketua DPRD sementara,” paparnya.

Terpisah, Ketua KPU Pangkep, Burhan menyebut penentuan kursi DPRD sementara itu diserahkan ke pihak DPRD Pangkep, pihaknya hanya pada penetapan caleg terpilih saja, Dimana Partai Nasdem secara keseluruhan meraih suara sebanyak 40.687 suara. Sementara Partai Golkar sebanyak 39.735 suara.

“Penentuan Ketua DPRD sementara itu sudah jadi kewenangan DPRD, kewenangan kami hanya sampai di penetapan caleg terpilih,” ucapnya. (fit)

Sumber : Fajar.Co.Id

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Habiskan Anggaran Rp200 Juta, Kopel Sebut Orientasi Anggota DPRD Bulukumba Pemborosan

Wed Aug 28 , 2019
KOPEL ONLINE, UJUNG BULU – Kegiatan orientasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, di Kota Makassar, Sulsel, dinilai hanya buang-buang anggaran. Pasalnya, kegiatan tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp200 juta. Terdiri dari biaya retribusi sebesar Rp 4.375.000 per orang dan biaya perjalanan dinas sekitar Rp1,5 juta per orang. Sementara itu, kegiatan orientasi […]