Paripurna Terakhir DPRD Jatim, APBD Tambah Rp 4,4 Triliun

KOPEL ONLINE – Jatim, Rapat paripurna terakhir anggota DPRD Jatim periode 2014–2019 berlangsung kemarin (29/8). Rapat dengan agenda pengesahan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) 2019 itu juga menjadi momentum pamitan.

Seperti yang dilakukan Soenarjo, wakil ketua DPRD dari Fraksi Golkar. Dia mengucap lagu Mansyur S. berjudul Pengorbanan. ’’Bukan perpisahan yang kutangisi, namun pertemuan yang kusesali,’’ katanya. Sontak, peserta rapat tertawa.

Pada kesempatan itu, Soenarjo berpamitan. Selepas ini dia tidak lagi menjadi anggota DPRD Jatim. Menurut dia, ada anggota dewan yang nyalon, tetapi tidak jadi. Ada pula yang memang tidak nyalon, makanya tidak jadi. ’’Yang seperti itu tidak nyesel,’’ ujarnya.

Celotehan itu disampaikan di sela-sela menyampaikan pandangan. Rapat menjadi gayeng. Semua terhibur. Soenarjo berhasil memberikan kesan pada rapat paripurna terakhir itu.

Hasil dari rapat tersebut adalah pengesahan PAPBD Jatim 2019. Pada PAPBD itu, tercatat penambahan kekuatan anggaran belanja daerah Rp 4,4 triliun. Dari Rp 33,5 triliun menjadi Rp 37,9 triliun.

Perinciannya, belanja tidak langsung yang semula dianggarkan Rp 22,6 miliar berubah menjadi Rp 25,7 miliar. Dengan kata lain, bertambah sekitar Rp 3,1 miliar. Adapun belanja langsung yang dialokasikan melalui satuan kerja perangkat daerah (SKPD) semula dianggarkan Rp 10,9 miliar naik menjadi Rp 12,2 miliar. Dengan begitu, ada penambahan Rp 1,3 miliar.

Kemarin berbagai masukan juga disampaikan kepada segenap jajaran Pemprov Jatim dalam rapat paripurna. Misalnya, masukan yang disampaikan PDIP. Di antaranya, percepatan pembangunan East Java Super Corridor (EJSC) di Bakorwil Jember, Malang, Madiun, Bojonegoro, dan Pamekasan.

Juga imbauan agar pembentukan tim reformasi birokrasi Pemprov Jatim segera dituntaskan dan diimplementasikan. Tidak kalah penting adalah kegiatan pembentukan penyuluh antiradikalisme dan antiterorisme yang diharapkan segera direalisasikan dan diimplementasikan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak hadir dalam rapat paripurna itu. Menurut Khofifah, berbagai masukan, kritik, dan saran yang disampaikan merupakan bagian dari dasar membuat program.

’’Ini bagian dari upaya meningkatkan penguatan, pendalaman, dan penajaman dari berbagai program yang dilaksanakan Pemprov Jawa Timur,’’ ujarnya.

Dalam penjelasannya, Khofifah juga menyatakan bahwa PAPBD tersebut akan menjadi pijakan dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan di Jawa Timur. ’’Pembahasan ini menjadi kelanjutan pembangunan dari mandat yang kami terima. Tentu itu menjadi bagian penting pada penyusunan APBD ini,’’ tuturnya.

Anggaran APBDP Jatim 2019

  • Penambahan Rp 4,4 triliun
  • Bertambah dari Rp 33,5 triliun menjadi Rp 37,9 triliun
  • Untuk belanja langsung Rp 12,2 triliun, naik Rp 1,3 triliun dari Rp 10,9 triliun
  • Untuk belanja tidak langsung Rp 25,7 triliun, naik Rp 3,1 triliun dari Rp 22,6 triliun

Perincian belanja langsung di antaranya untuk:

  • Anggaran pendidikan bertambah Rp 51,8 miliar yang antara lain digunakan untuk penambahan program pendidikan gratis berkualitas (tistas).
  • Anggaran kesehatan bertambah Rp 480 miliar.
  • Anggaran pekerjaan umum dan penataan ruang bertambah Rp 47,4 miliar.

Sumber : JawaPos.com

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Volunteering & Emplooying SDN Leuwiranji 02

Sat Aug 31 , 2019
KOPEL ONLINE – Bogor, UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional mengamanatkan bahwa setiap warga negara yang berusia 7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar; pasal 34 ayat (2) mengatakan pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar pendidikan dasar tanpa memungut biaya (gratis). Bahkan menurut amanah undang-undang ini, […]