Mutasi Pimpinan OPD Sulsel, Pembahasan APBD 2020 Rawan

KOPEL ONLINE – Makassar, Mutasi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendapat perhatian Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi  Sulawesi Selatan.

Menurut Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel, Fahruddin Rangga bahwa mutasi ini membuat pembahasan  APBD perubahan 2019 dan APBD pokok 2020 menjadi rawan.

“Salah satu masalah misalnya klau dilakukan rotasi pimpinan OPS disaat-saat orang melakukan pembahasan, pasti ada pengaruhnya,” kata Politisi Golkar tersebut.

Fahruddin Rangga menyebutkan situasi ini tidak terpikikirkan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bahwa ini akan mempengaruhi pembahasan.

“Padahal sangat urgen sekali. Ketika misalnya kata Rangga melakukan rotasi, melakukan mutasi. Ketika terjadi seperti itu siapa yang bisa bertanggung jawab, orang baru masuk disana tidak tahu persoalan,” tegasnya.

Rangga mengaku tidak bisa melarang hak-hak priogratif Gubernur untuk melakukan mutasi atau pergeseran. DPRD  tidak ingin campur tangan.

Tetapi hanya saja Gubernur semestinya mempertimbangkan  secara matang seperti, disaat  mendekati persoalan anggaran APBD. 

“Saya kira ini juga jauh lebih penting dibanding pergeseran itu, jauh lebih penting karna ini persoalan rakyat, persoalan masyarakat bawah,” katanya.

“Dan kalau ini misalnya terhambat karena persoalan teknis yang tidak diketahui pimpinan opd yang baru inikan jadi soal,”lanjutnya.

“Inii jadi bisa memperhambat perjalanan dalam proses pembahasan, tapi kita lihatlah saya hanya bisa memberikan pertimbangan seperti itu,” lanjutnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengganti sejumlah pejabat eselon II Senin (26/8/2019).

Nurdin Abdullah mengatakan mutasi ini agar roda pemerintahan berjalan maksimal dan pelayanan masyarakat semakin berkualitas.

Nurdin Abdullah memutasi dan mengambil sumpah jabatan eselon II dalam rangka rotasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulsel.

Diantaranya Kadis Sosial Ilham A Gazaling menjadi  Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuaan dan Perlindungan Anak.
 
Jufri Rahman menjadi Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat. Kadis Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo dimutasi menjadi Kepala Badan  Penelitian dan Pengembangan Daerah.
 
Gubernur Sulsel dalam sambutannya mengatakan rotasi ini dilakukan tidak dalam kepentingan untuk mencederai, melainkan untuk kebaikan organisasi ini.
 
“Tidak ada lagi konflik di internal kita saya dan wagub baik -baik saja,” ujar Nurdin.

Ia menambahkan besar harapannya rotasi ini akan mengacu para pejabat Pemprov Sulsel untuk lebih baik lagi. (*)

Sumber : Tribun Timur.com

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

PPP Dirundung Masalah, Caleg Terpilih Tersangkut Narkoba dan Ijazah Palsu

Mon Sep 2 , 2019
KOPEL ONLINE – Makassar, Partai Persatuan Pembangunan Sulawesi Selatan (PPP Sulsel) dirundung masalah baru. Kali ini, calon anggota legislatif (caleg) terpilih PPP Bantaeng disoal terkait dugaan penggunaan ijazah palsu. Dia adalah Jumrah. Ia dilaporkan ke Polres Bantaeng oleh Lembaga Investigasi Nasional Independen (LINI) wilayah Indonesia Timur. Pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lalu, Jumrah […]